Patah Hati yang Indah
Hujan pelan-pelan jatuh ke
bumi. Butiran air rintik-rintik membasahi tubuhku dan tanah. Menciptakan bau
hujan yang sangat segar menurutku. Aku suka ini… setiap hujan dating, aku
selalu menatap langit dan menikmati tubuhku sedikit demi sedikit terkena
bulir-bulir air hujan.
Aku duduk
bersimpuh menikmati semua ini. Namun ada suatu hal yang mebuatku penasaran…
siapakah cowok disebrang sana? Dengan penasaran, akupun memperhatikannya terus
menerus, sambil menunggu pelangi yang datang. Siapa Cowok itu? Senyumnya sangat
manis, membuatku terpesona ketika pertamakali aku melihatnya… Aku berharap,
agar besok turun hujan supaya aku dapat
melihatnya lagi.
The next day…
Aku
menunggu hujan itu datang lagi… tapi mengapa ia tak datang? Aku pun mulai tak
bersemangat lagi. Aku segera pergi meninggalkan kelas dan menuju ruang
perpustakaan di SMA ku… aku mencari novel, untuk sekedar menghibur hatiku. Ketika aku mengitari seluruh rak novel yang
ada diperpustakaan, tak sengaja aku melihat laki-laki yang kutemui kemarin
ketika hujan. Dan ternyata dia
bersekolah di SMA yang sama denganku!
Aku mulai menjauh dari dia… tetapi, novel yang akan ku ambil telah
diambil dahulu oleh dia. Aku memberanikan
diri untuk mengambil dan memberitahukan, bahwa itu novel yang akan ku pinjam. Tak
terduga, tali sepatuku terlepas, dan aku jatuh terjerat tali sepatuku sendiri
didepannya. Seluruh pengunjung perpustakaan menertawaiku. Dan dia hanya
tersenyum sambil menolongku, memberikan uluran tangan kepadaku… “Kamu lain kali
hati-hati yaa..” katanya dengan lembut sambil tersenyum. “iya, Thanks ya udah
bantu aku..” jawabku. “oh iya, kamu siapa? Aku Aaron kelas 11.Ips.1” katanya
dengan mengulurkan tangan. “ehmm.. aku Via, temen-temen pada panggil aku Vie.
Aku kelas 11.Ipa.1” jawabku sambil menjabat tangannya. “Pantas saja aku tidak
pernah bertemu denganmu… karna kita beda gedung” sambungnya sambil tersenyum. “Ayo
kita duduk disana… kamu juga ingin membaca novel ini kan? Yuk kita baca
bareng-bareng.” Lanjutnya. Tanganku segera ditarik hingga menuju tempat duduk
di pojok sana, karena seluruh tempat duduk telah penuh. “kamu duduk dulu ya…
aku mau keluar bentar.” Kata Aaron. Akupun mengangguk setuju.
Beberapa
lama kemudian, dia kembali sambil membawa 2 ice cream. “nih buat kamu… pilih
yang strawberry atau coklat.” “thankyou… aku mau yang strawberry aja deh..”
Aaronpun memberikan Ice Cream strawberry itu padaku. Kita tertawa bersama-sma
jika ada cerita yang lucu dalam novel itu. Tak terasa sudah jam 5 sore. Saatnya
aku pulang kerumah… “Aaron… aku pulang dulu yaa… makasih udah nemenin aku hari
ini. Byee..” “Bye Vie… hati-hati ya.. besok kita ketemu lagi ya .. aku tunggu
di perpustakaan, pulang sekolah seperti tadi.” Jawab Aaron sambil tersenyum. Aku
pun segera pergi, dan tak lupa melambaikan tangan kepadanya…
Dan aku memulainya…
Kami
selalu bertemu setiap hari di perpustakaan setiap hari untuk membaca novel
bersama… sudah 2 minggu aku melakukan kegiatan rutin ini… aku mulai dekat
dengannya… mulai saling menelpon, mengantarku pulang sekolah, menjemputku
ketika berangkat, jalan-jalan bersama… dan aku mulai suka dengannya.
Pada hari Minggu di pagi buta, dia
mengajakku ke suatu tempat. Dia memboncengku di bagian depan, karena sepedanya
sepeda cowok. Dia membawaku ke suatu tempat yang disebutnya… Surga kecil. Dan
kita berhenti di sebuah semak-semak yang tumbuh sangat lebat, dan kita
menyusuri jalan setapak kecil. Tak lama, kitapun sampai di surge kecil. Disana,
ada sebuah pohon beringin yang besar dan terdapat rumah pohon dan ayunan kecil
didalamnya. Disebran pohon itu, ada sebuah danau dan sampan kecil untuk
menyusuri danau tersebut. Disana terdapat matahari terbit yang sangat indah. Disana,
ia menyatakan perasaannya kepadaku. “Vie, aku sayang padamu… aku ingin kau
lebih dari sahabat untukku. Bolehkah aku menjadi pengisi hari-harimu?” akupun
mengangguk, tanda setuju, dan sekarang ia
menjadi kekasihku.
Setelah itu. Kami berjalan-jalan,
kemudian singgah disebuah kafe yang tak jauh dari sana sambil mengobrol. Tak terasa,
hari telah sore. Akupun kembali diantarkannya untuk pulang ke rumah. Aku segera
mandi dan bersiap-siap untuk besok sekolah.
“kringggg…. Kringgg” bel berbunyi,
menandakan waktu pulang. Akupun segera menuju ke ruang perpustakaan. Aku menunggunya.
Tetapi ia tak kunjung datang. Aku gelisah. Aku terus menunggunya hingga waktu menunjukan pukul
5 sore, akupun pulang dengan perasaan tak menentu.
Sudah seminggu ini aku tidak
bertemu dengan Aaron. Kemana ia? Kenapa ia menghilang tak ada kabar? Tak lama
kemudian, handphone ku berbunyi. Ada sms
masuk! Kuharap ini dari Aaron.. batinku dalam hati. Dan ternyata itu sms
dari Aaron! “Kutunggu sekarang di Surga Kecil… See you babe”. Akupun segera
mengambil sepedaku didalam garasi, dan segera mengayuh sepedaku ke Surga Kecil.
Aku melihat Aaron disana, dan
memberikan handycam yang dia pinjam 2 minggu yang lalu. Dan ia langsung pergi. Mengapa
ia? Ada apa dengan dirinya? Aku bingung. Apa dia lupa kalau aku adalah
kekasihnya?? Aku menangis di Surga kecil. Aku mencurahkan semua isi hatiku
sambil melempar-lempar batu yang ada disebelahku ke danau. Hari telah petang,
akupun menghapus airmatakku yang masih tersisa kemudian aku pulang dengan
perasaan kacau.
Keesokan harinya, aku mencarinya di
kelas 11.Ipa.1. Aku bertanya kepada teman-temannya. Dan mengatakan bahwa sudah
9 hari ini dia tidak masuk sekolah. Akupun bertanya-tanya dengan perasaanku
yang campur aduk ini. Akhirnya aku
mencari tahu alamat rumah Aaron. Dapat! Pulang sekolah aku tidak mampir di
perpustakaan. Aku langsung menuju rumah Aaron. Disana ada banyak tamu, seperti
ada suatu acara. Banyak kursi tamu dan bendera kuning menancap didepan
rumahnya. Akupun segera masuk. “permisi om, Aaron ada?” tanyaku pada
bapak-bapak yang memiliki wajah hampir mirip dengan Aaron. “kamu siapa?” Tanya orang
itu. “Saya pacarnya. Sudah 9 hari ini Aaron tidak sekolah. Ada apa ya?”
tanyaku. “Ehm… mungkin kamu perlu masuk kedalam..” jawab bapak itu. Ketika aku
memasuki rumah itu, aku langsung meneteskan air mata. Aaron kekasihku,
berbaring lemah di sebuah tempat, terbalut kain putih yang hanya menyisakan
bagian wajahnya saja. Aku menangis tak kunjung henti. Aku mengikuti acara
pemakamannya hingga selesai. Dan Bapak itu berkata “Dek, namanya Vie kan? Saya ayahnya
Aaron. Sebelum Aaron meninggal, ia berkata bahwa hidupnya sudah bahagia, karena
bertemu seorang perempuan di perpustakaan yang telah menjadi kekasihnya. Ia sangat
bahagia sekali. Terima kasih ya..” Jawab bapak itu yang ternyata ayah dari Aaron. “Sama-sama om,, terimakasih telah menyampaikan pesan itu pada saya. Saya turut berduka ya
om” jawabku, kemudian melangkah pulang.
Ketika sampai dirumah, aku langsung
mandi dan mencoba melupakan semua kejadian yang ku alami walau perasaanku masih acak-acakan, antara percaya atau tidak. Tak sengaja aku melihat
handycam yang kemarin Aaron pinjam. Akupun membukanya, dan memainkan videonya… “Hai
Vie… aku tau, sewaktu kamu melihat video ini aku telah tiada… sebenarnya aku
telah mengidap penyakit jantung sejak kecil. Dan saat ini jantungku hanya berfungsi
15%. Terimakasih atas segala kebahagiaan yang telah kamu berikan kepadaku di
akhir sisa hidupku ini. Jika kamu mencintaiku dengan Fisik, kamu akan menangis
ketika aku meninggalkanmu, tetapi jika kamu
mencintaiku dengan hati, kamu tidak akan menangis. Karena hatiku akan
selalu bersamamu meski kita terpisah oleh jarak yang sangat jauh. I Love You
Forever Vie…” I love u too Aaron... tak terasa, airmataku jatuh. Bukan karena aku sedih, karena aku bahagia. Karna ku
tahu.. Aaron bahagia disana, meski aku tak melihatnya. Karna aku bsa merasakannya…
Thanks for everything Aaron, Aku sayang kamu...

Komentar
Posting Komentar